<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-3405767596174470500</id><updated>2011-08-16T07:54:48.258-07:00</updated><title type='text'>RAHMAD DJATMIKO</title><subtitle type='html'>Orang Pandai Adalah Orang yang Dapat Memimpin Orang yang Lebih Pandai Dari Dirinya.</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://rahmaddjatmiko.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3405767596174470500/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rahmaddjatmiko.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Rahmad Djatmiko</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13923615412362492716</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_yx4kqSW1m4o/SorWqnOL4HI/AAAAAAAAAAM/3joBStAkXpw/S220/baru.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>9</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3405767596174470500.post-1846779866060916259</id><published>2009-09-07T01:06:00.000-07:00</published><updated>2009-09-07T01:25:06.515-07:00</updated><title type='text'>Cinta Lawan Permusuhan</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;Permusuhan Harus Dilawan Dengan Cinta&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;                       “Apa kata yang tepat untuk protes terhadap waktu”, cuplikan lirik dari Bondan Prokoso Feat Fead 2 Black tersebutcukup mewakili apa yang dirasakan oleh kubu Megawati-Prabowo dan JK-Wiranto. Semua telah berlalu, tak ada yang perlu disesali. Mahkamah Konstitusi telah memutuskan pasangan SBY-Boediono sebagai pemenang. Gugatan terhadap hasil pemilu oleh kedua kubu yang kalah ditolak oleh MK pada Rabu (12 agustus 2009) sore. Megawati terlihat sedih, sedangkan Jusuf Kalla memberikan ucapan selamat kepada SBY.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                       Hasil yang diputuskan `oleh MK terkait dengan gugatan kedua pasangan (Mega dan JK) banyak menuai respon. Kubu SBY menerima dengan senang hati atas hasil putusan MK ini, sedangkan di lain pihak kecewa dengan apa yang diputuskan MK. Kecewa bukan berarti tidak menerima apa yang diputuskan MK, tetap menerima namun di hati masih kurang “sreg”. Masing-masing kubu tentunya sudah bisa bersikap lebih dewasa. Bagi kubu yang menang, menerima hasil polpres dengan tidak berlebihan yang dapat membuat suasana semakin pana sedangkan kubu yang kalah tentunya juga dapat menerimakekalahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                     Kita sebagai bangsa Indonesia yang taat pada hukum tentu sudah pasti akan menerima hasil ini. Siapapun presiden dan wakil presiden terpilih harus kita hormati. Jangan sampai ada permusuhan di antara kita. Permusuhan tidak akan membawa kita menuju Indonesia yang unggul, namun sebaliknya. Saya masih teringat apa yang ditulis oleh Cak Nun dalam bukunya, “Jejak Tinju Pak Kiai”, Semua yang ada dalam kehidupan adalah cinta. Jika dipaksa melakukan permusuhan, langkah cuma satu:mati. Intinya adalah apabila sesuatu didasari oleh rasa cinta, maka segala sesuatu dapat terkendalikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                    Setiap manusia memiliki harga diri. Apabila harga diri seseorang diinjak, sangat menyakitkan tentunya. Ayam saja mempunyai harga diri. Namun kadang-kadang kita lebih hina dibandingkan dengan ayam. Ayam digoreng masih memberikan manfaat, sedangkan manusia?? apa enak?? tanya Sumanto saja. Jangan saling menjatuhkan di antara kita, apalagi sesama muslim. Harga diri kalau sudah jatuh, sulit untuk memberi maaf kecuali dengan rasa cinta. (penulis adalah mahasiswa kimia 2005)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3405767596174470500-1846779866060916259?l=rahmaddjatmiko.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rahmaddjatmiko.blogspot.com/feeds/1846779866060916259/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rahmaddjatmiko.blogspot.com/2009/09/cinta-lawan-permusuhan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3405767596174470500/posts/default/1846779866060916259'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3405767596174470500/posts/default/1846779866060916259'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rahmaddjatmiko.blogspot.com/2009/09/cinta-lawan-permusuhan.html' title='Cinta Lawan Permusuhan'/><author><name>Rahmad Djatmiko</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13923615412362492716</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_yx4kqSW1m4o/SorWqnOL4HI/AAAAAAAAAAM/3joBStAkXpw/S220/baru.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3405767596174470500.post-7299076068643287449</id><published>2009-09-06T02:19:00.000-07:00</published><updated>2009-09-06T02:54:54.683-07:00</updated><title type='text'>Malaysia,,,,,Tidakkah Kau Malu????</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_yx4kqSW1m4o/SqOAZHAphNI/AAAAAAAAAAw/VKuOKd01JLY/s1600-h/100_3925.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 214px; height: 160px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_yx4kqSW1m4o/SqOAZHAphNI/AAAAAAAAAAw/VKuOKd01JLY/s320/100_3925.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5378283548877358290" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Usaha Saling Klaim Antara Indonesia Dan Malaysia&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;       Tidak ada hentinya antara kedua Negara, Indonesia dan Malaysia untuk saling mengklaim sesuatu yang dianggap milik mereka. Pulau Ambalat, tari pendet, reog ponorogo maupun batik pernah menjadi berita yang tak kalah seru dengan lagu ”Terang Bulan” baru-baru ini. Saling klaim ini menimbulkan hal-hal yang kurang sedap dipandang oleh negara lain. Hal ini dapat menimbulkan persepsi bahwa Indonesia dan Malaysia tidak pernah akur. Tidak dapat dipungkiri bahwa usaha saling klaim tersebut dapat menimbulkan keharmonisan antara kedua negara dapat berkurang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Berdasarkan penelusuran okezone, lagu Terang Bulan ini diadaptasi sebuah lagu yang populer berjudul "La Rosalie", pada akhir abad 19 di wilayah jajahan Perancis, sekitar lautan Hindia. "Lo Rosalie sendiri adalah gubahan musisi berkebangsaan Perancis Pierre-Jean de Béranger (1780-1857). Hal ini juga diungkapan oleh Remy Silado. Remy Silado mengungkapkan bahwa lagu dengan nada seperti Terang Bulan telah ada sejak 1780-1857.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        Usaha saling klaim ini secara tidak langsung dapat memantik kemarahan rakyat antara kedua negara. Padahal belum tentu ada yang benar klaim kedua negara tersebut. Masalah seperti ini memang perlu diperdebatkan karena menyangkut martabat bangsa. Nasionalisme terhadap negara masing-masing perlu dijunjung tinggi, namun harus sesuai dengan jalur yang dianjurkan. Rasa memiliki harus ditanamkan dalam diri masing-masing rakyat. Tetapi rasa memiliki tidak boleh asal rasa memiliki. Karya orang lain diklaim milik kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;          Sebenarnya kesadaran diri perlu dimiliki oleh masing-masing negara. Kalau memang milik negara lain ya mbok jangan diakui. Kita harus sadar diri dengan apa yang kita lakukan. Kita harus menghargai karya orang lain. Memang segala kemungkinan dapat terjadi dengan lagu Terang Bulan ini. Bisa juga Indonesia yang meniru nada dari negara lain yang akhirnya dicontek oleh Malaysia juga. Begitupun sebaliknya karena belum ada bukti otentik yang menyatakan bahwa nada yang digunakan pada lagu Terang Bulan adalah milik Indonesia. Dan mudah-mudahan semua dapat teratasi sehingga hubungan antara kedua negara dapat harmonis. Catatan terakhir adalah nasionalisme harus benar-benar dijunjung dengan segala resiko yang akan dihadapi.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3405767596174470500-7299076068643287449?l=rahmaddjatmiko.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rahmaddjatmiko.blogspot.com/feeds/7299076068643287449/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rahmaddjatmiko.blogspot.com/2009/09/malaysiatidak-kah-malu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3405767596174470500/posts/default/7299076068643287449'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3405767596174470500/posts/default/7299076068643287449'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rahmaddjatmiko.blogspot.com/2009/09/malaysiatidak-kah-malu.html' title='Malaysia,,,,,Tidakkah Kau Malu????'/><author><name>Rahmad Djatmiko</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13923615412362492716</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_yx4kqSW1m4o/SorWqnOL4HI/AAAAAAAAAAM/3joBStAkXpw/S220/baru.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_yx4kqSW1m4o/SqOAZHAphNI/AAAAAAAAAAw/VKuOKd01JLY/s72-c/100_3925.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3405767596174470500.post-6266331846475974055</id><published>2009-08-18T09:42:00.000-07:00</published><updated>2009-08-18T09:43:36.883-07:00</updated><title type='text'>Ayam Abu-abu</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;“GREY CHICKEN”, Siapa Yang Salah???&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;    &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoBodyText"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Mungkin sudah tidak asing lagi mendengar “Grey Chicken” di kota-kota metropolis. Nama “Ayam Kampus” yang sebelumnya sering terdengar di telinga kita seolah-olah mulai jarang terdengar lagi. Sekarang ayam kampus sudah mulai kehilangan pamor dengan adanya “Grey Chicken”. Hal ini dimungkinkan oleh para om-om&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang lebih suka mencari “daun muda” dan perawan walaupun rela merogoh kocek dalam-dalam sekalipun.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoBodyText"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Sebenarnya masa-masa SMA adalah &lt;i&gt;usia emas&lt;/i&gt;, di mana kawula muda dapat mengembangkan potensi-potensi yang ada. Misalnya: dalam bidang kependidikan, olahraga, seni dan musik, ataupun potensi-potensi lain yang dapat dikembangkan. Namun semua hal itu kembali pada diri pribadi. Apabila dapat mengendalikan nafsu , Insya Allah tidak akan masuk ke dalam “&lt;i&gt;Dunia Ayam&lt;/i&gt;”. Dan terjerumusnya para kawula muda ke dalam “Dunia Ayam” disebabkan banyak factor, antara lain:&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoBodyText" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;b&gt;Faktor Ekonomi &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoBodyText" style="margin-left: 37.4pt; text-indent: 28.05pt; text-align: justify;"&gt;Ekonomi adalah factor yang paling kuat seseorang masuk kedalam “Dunia Ayam”. Ekonomi bukanlah factor mutlak yang mempengerahui seseorang untuk terjun dalam dunia esek-esek. Namun para remaja kebanyakan ingin memenuhi kebutuhan sendiri dan tidak ingin menggantungkan orang tua. Hal tersebut memang benar dengan tidak mau menggantungkan orang tua, tapi cara yang digunakan mungkin kurang benar.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoBodyText" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;b&gt;Faktor Keperawanan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoBodyText" style="margin-left: 37.4pt; text-indent: 28.05pt; text-align: justify;"&gt;Selain factor ekonomi, juga ada factor keperawanan. Para “Grey Chicken” masuk ke dalam “Dunia Ayam” disebabkan oleh keperawanan (Virginitas). Mungkin sebelum terjun ke lembah hitam para “Grey Chicken” sudah kehilangan keperawanan oleh teman, pacar, atau mungkin bapak. Kemudian mereka berfikir, dari pada sudah tidak perawan lebih baik menjadi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;PSK sekalian dan dapat menghasilkan uang pula, mungkin fikir mereka seperti itu.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoBodyText" style="margin-left: 37.4pt; text-indent: 28.05pt; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoBodyText" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;3.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;b&gt;Faktor Kecemburuan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoBodyText" style="margin-left: 37.4pt; text-indent: 28.05pt; text-align: justify;"&gt;Factor ini mungkin terdapat di lingkungan pendidikan. Hal ini disebabkan oleh adanya teman yang mungkin memiliki Handphone bagus ataupun peralatan kosmetik yang harganya mahal. Karena jiwa muda adalah dimana jiwa yang rasa ingin memiliki besar sekali. Apabila ada teman punya “&lt;i&gt;Ini-Itu&lt;/i&gt;”, rasa kita ingin juga memilikinya. Namun tidak semuanya memiliki sifat tersebut.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoBodyText" style="text-indent: 37.4pt; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoBodyText" style="text-indent: 37.4pt; text-align: justify;"&gt;Mungkin 3 faktor tersebut sebagian dari factor yang mempengaruhi terjerumusnya&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;para kedalam “Dunia Ayam”. Namun tak sepenuhnya 3 faktor tersebut mutlak. Masih banyak factor yang tidak dapat kita ketahui dan mungkin dapat diketahui oleh “Grey Chicken” itu sendiri.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoBodyText" style="text-indent: 37.4pt; text-align: justify;"&gt;Tidak setiap sekolah terdapat “Grey Chicken”, namun juga ada beberapa sekolah terdapat “Grey Chicken” dan jumlahnya pun mungkin tidak banyak. Sekolah favorit tentunya memiliki nilai &lt;i&gt;plus&lt;/i&gt; tersendiri. Para pem”booking” tentunya tahu mana yang berkelas dan tidak. Tetapi dengan status sekolah favorit pun tidak terlalu membuat “om-om” tertarik begitu saja. &lt;i&gt;Face&lt;/i&gt; plus service yang memadai adalah yang diinginkan juga. Tarif sekali booking “Grey Chicken” yang didapatkan minimal adalah Rp. 500 ribu dan itupun tidak bersih, harus ada bagi hasil dengan muncikari. Biasanya berkisar 30:70, 40:60 dan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;terkadang 50:50. namun tidak tertutup kemungkinan bisa lebih dari itu, tergantung dari kesepakatan.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoBodyText" style="text-indent: 37.4pt; text-align: justify;"&gt;“Grey Chicken” dapat ditengarai dengan cirri-ciri sebagai berikut:&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoBodyText" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;rok seragam ketat, lebih 3 cm di atas lutuu&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoBodyText" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;dua kancing atas seragam dibuka&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoBodyText" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;3.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;bra berwarna mencolok, biasanya warna hitam, pink, kuning dan sebagainya&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoBodyText" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;4.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;sering muncul di setiap pertunjukan musik anak muda&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoBodyText" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;5.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;dandanan menor. (Jawa Pos, halaman 34, 19 Mei 2008)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoBodyText"&gt;Namun ada juga “Grey Chicken” yang lebih suka menutupi identitasnya. Mereka memiliki jaringan tertutup yang hanya diketahui orang tertentu. &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoBodyText"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Dengan adanya “Grey Chicken”, siapa yang patut disalahkan??? Orang tua, pihak sekolah, para &lt;i&gt;om-om&lt;/i&gt;, ataukah “Grey Chicken” itu sendiri??? &lt;b&gt;&lt;i&gt;Tidak akan yang bisa menjawab pertanyaan ini.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; Kalau dibilang orang tua yang salah, mungkin orang tua sudah mengawasi putrinya dengan seksama. Namun kecerdikan putrinya-lah yang bisa menutupi dan menyembunyikan semua hal itu. Kalau dibilang pihak sekolah yang salah, tidak mungkin. Karena pihak sekolah hanya sebagai fasilitator dimana sebagai orang tua yang kedua setelah bapak dan ibu. Dan lingkupnya pun hanya sebatas di sekolah. Kalau di luar sekolah, sudah menjadi tanggung jawab orang tua. Kalau dibilang para &lt;i&gt;om-om&lt;/i&gt; yang salah, juga tidak mungkin. Sebab kucing tidak akan mau menolak jika ada ikan asin tergeletak di atas meja. Dan kalaupun “Grey Chicken” itu sendiri yang disalahkan, juga tidak bisa begitu. Karena factor-faktor yang mempengaruhi siswi menjadi “Grey Chicken” sudah sangat jelas seperti yang tertera di atas.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoBodyText"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Akankah generasi dari ayam kampus, “Grey Chicken” akan berlanjut pada &lt;i&gt;blue chicken&lt;/i&gt; (siswi SMP)??? &lt;i&gt;Naudzubillah min dzalik&lt;/i&gt;. Mudah-mudahan &lt;i&gt;blue chicken&lt;/i&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;jangan terjadi di lingkup SMP lebih banyak walaupun sudah ada yang terjerumus.* (&lt;i&gt;penulis seorang mahasiswa kimia universitas negeri surabaya dan anggota FKMB-Unesa&lt;/i&gt;)&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoBodyText" style="text-indent: 37.4pt; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoBodyText" style="margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3405767596174470500-6266331846475974055?l=rahmaddjatmiko.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rahmaddjatmiko.blogspot.com/feeds/6266331846475974055/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rahmaddjatmiko.blogspot.com/2009/08/ayam-abu-abu.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3405767596174470500/posts/default/6266331846475974055'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3405767596174470500/posts/default/6266331846475974055'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rahmaddjatmiko.blogspot.com/2009/08/ayam-abu-abu.html' title='Ayam Abu-abu'/><author><name>Rahmad Djatmiko</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13923615412362492716</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_yx4kqSW1m4o/SorWqnOL4HI/AAAAAAAAAAM/3joBStAkXpw/S220/baru.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3405767596174470500.post-5052185665251693591</id><published>2009-08-18T09:41:00.000-07:00</published><updated>2009-08-18T09:42:06.958-07:00</updated><title type='text'>Ijazah Instan</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 14pt;"&gt;IJAZAH INSTAN,ENAK NICH…&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 14pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: AlbertaExtralight;"&gt;Memang enak beli ijazah..!! tidak usah mikir, tidak usah repot-repot ngerjakan tugas, ujian, ataupun skripsi. Tinggal ngluarin uang 8-10 juta, jadi dech… simple &lt;/span&gt;&lt;st1:state&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style="font-family: AlbertaExtralight;"&gt;kan&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:State&gt;&lt;span style="font-family: AlbertaExtralight;"&gt;??? Coba bayangkan kalau kuliah!!! Lulus 4 tahun aja sudah bagus.. bayangkan kalau kita kalkulasi SPP “elek-elekan” Rp. 500 ribu/semester, so 4 tahun = Rp. 4juta plus sumbangan dana pendidikan “elek-elekan” Rp. 4juta. Sudah Rp. 8 juta &lt;/span&gt;&lt;st1:state&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style="font-family: AlbertaExtralight;"&gt;kan&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:State&gt;&lt;span style="font-family: AlbertaExtralight;"&gt;??? Itupun belum biaya hidup, ngerjakan tugas, cari literatur, skripasi dan lain-lain. Btul &lt;/span&gt;&lt;st1:state&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style="font-family: AlbertaExtralight;"&gt;kan&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:State&gt;&lt;span style="font-family: AlbertaExtralight;"&gt;??? Tapi hanya orang “GOBLOK” yang melakukan hal itu. Bagaimana &lt;/span&gt;&lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style="font-family: AlbertaExtralight;"&gt;Indonesia&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;&lt;span style="font-family: AlbertaExtralight;"&gt; bisa maju??&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: AlbertaExtralight;"&gt;&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;Kita kuliah tujuannya apa?? Tidak lain adalah mencari ilmu. Ya toh??? Apalah artinya punya ijazah S-1 tapi &lt;i&gt;capability&lt;/i&gt; tidak punya. Muspro temen..!!! terus bagaimana kalau udah terjun di masyarakat tapi masih “longak-longok”. Itu sama aja merusak citra PT dan pendidikan.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Kalau kita sudah pernah kuliah walaupun tidak begitu pandai, tapi paling tidak sudah mengetahui sedikit2 tentang teori yang ada. Btul ga?? Mari kita berantas segala bentuk pelanggaran!!!!!!!!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: AlbertaExtralight;"&gt;&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;&lt;b&gt;Education is no 1,. Remember that.!!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3405767596174470500-5052185665251693591?l=rahmaddjatmiko.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rahmaddjatmiko.blogspot.com/feeds/5052185665251693591/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rahmaddjatmiko.blogspot.com/2009/08/ijazah-instan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3405767596174470500/posts/default/5052185665251693591'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3405767596174470500/posts/default/5052185665251693591'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rahmaddjatmiko.blogspot.com/2009/08/ijazah-instan.html' title='Ijazah Instan'/><author><name>Rahmad Djatmiko</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13923615412362492716</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_yx4kqSW1m4o/SorWqnOL4HI/AAAAAAAAAAM/3joBStAkXpw/S220/baru.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3405767596174470500.post-5311291609328596475</id><published>2009-08-18T09:23:00.000-07:00</published><updated>2009-08-18T09:26:00.270-07:00</updated><title type='text'>korupsi</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center; font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="" lang="EN-CA"&gt;&lt;o:p&gt; Indonesia,,Kapan Kau berubah???&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="" lang="EN-CA"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt; font-family: georgia; font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="" lang="EN-CA"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt; font-family: georgia;"&gt;&lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style="" lang="EN-CA"&gt;Indonesia&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;&lt;span style="" lang="EN-CA"&gt; pada saat ini menempatkan diri sebagai Negara terkorup di dunia ini adalah suatu bentuk betapa rendahnya moral bangsa &lt;/span&gt;&lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style="" lang="EN-CA"&gt;Indonesia&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;&lt;span style="" lang="EN-CA"&gt;. Sekarang ini korupsi tidak hanya dilakukan oleh satu atau dua orang saja, tetapi dilakukan secara berjamaah atau bersama-sama. Dalam unsure pemberantasan korupsi, Indonesia ini masih lemah. Kita lihat saja di layer TV, ataupun media cetak.masih banyak koruptor kelas kakap yang lolos dari hokum dengan mudahnya. Missal dengan korupsi sat milyar maka koruptor tersebut dapat menyuap aparatur Negara senilai seratus juta dengan begitu Negara menjadi rugi sehingga berdampak kepada rakyat Indonesia.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt; font-family: georgia;"&gt;&lt;span style="" lang="EN-CA"&gt;Kalau kita melihat Negara China, koruptor dihukum mati. Pemerintahan Cina tidak pilih kasih dalam mengeksekusi para koruptor, baik koruptor kelas kakap maupun koruptor kelas teri dianggap sama saja. Misal wakil gubernur provinsi Jiangxi, Hu Changqing dieksekusi mati atas tindakan korupsi sebesar USD 660 ribu (Kompas, 9 Maret 2003). Dengan dieksekusi Hu Changqing tersebut, maka membuat jera para pejabat yang ingin korupsi. Dan saya juga masih teringat dengan pidato perdana menteri Tiongkok, Zhu Rong Ji. Dalam pidatonya, Zhu Rong Ji mengatakan:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 45pt; text-align: justify; font-family: georgia;"&gt;&lt;span style="" lang="EN-CA"&gt;“sediakan 1000 peti mati untuk koruptor kelas kakap. Pakai 999 peti mati, sisanya untuk satu untuk saya. Kalau kelak saya terbukti korup, masukkan saya ke peti itu” (kompas, 20/03/2006)/&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt; font-family: georgia;"&gt;&lt;span style="" lang="EN-CA"&gt;Dengan pidato yang dikeluarkan oleh perdana menteri tersebut, maka mereka (para pejabat) akan berpikir seribu kali untuk melakukan korupsi. Sehingga apa yang terjadi? Negara Cina menjadi negara yang maju dalam segala hal bidang kehidupan. Misal, dalam segi perekonomian, Cina dapat bersaing dengan negara-negara lain. Apa yang dilakukan oleh Cina tersebut patut kita contoh, karena apa? Dengan pemberantasan korupsi dapat menstabilkan keadaan di Indonesia dalam segala bidang. Yang saya inginkan seperti itu, tidak ada korupsi sama sekali dalam semua elemen masyarakat, dari jenang paling bawah sampai jenjang paling atas (pejabat).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3405767596174470500-5311291609328596475?l=rahmaddjatmiko.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rahmaddjatmiko.blogspot.com/feeds/5311291609328596475/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rahmaddjatmiko.blogspot.com/2009/08/korupsi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3405767596174470500/posts/default/5311291609328596475'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3405767596174470500/posts/default/5311291609328596475'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rahmaddjatmiko.blogspot.com/2009/08/korupsi.html' title='korupsi'/><author><name>Rahmad Djatmiko</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13923615412362492716</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_yx4kqSW1m4o/SorWqnOL4HI/AAAAAAAAAAM/3joBStAkXpw/S220/baru.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3405767596174470500.post-6576752883184949059</id><published>2009-08-18T09:21:00.002-07:00</published><updated>2009-09-06T02:35:26.329-07:00</updated><title type='text'>Krupuk sehat</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-family:BlackChancery;"&gt;Krupuk Sehat dengan Bahan-Bahan Baku dan Pewarna Alami&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shapetype id="_x0000_t75" coordsize="21600,21600" spt="75" preferrelative="t" path="m@4@5l@4@11@9@11@9@5xe" filled="f" stroked="f"&gt;  &lt;v:stroke joinstyle="miter"&gt;  &lt;v:formulas&gt;   &lt;v:f eqn="if lineDrawn pixelLineWidth 0"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @0 1 0"&gt;   &lt;v:f eqn="sum 0 0 @1"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @2 1 2"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @3 21600 pixelWidth"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @3 21600 pixelHeight"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @0 0 1"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @6 1 2"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @7 21600 pixelWidth"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @8 21600 0"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @7 21600 pixelHeight"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @10 21600 0"&gt;  &lt;/v:formulas&gt;  &lt;v:path extrusionok="f" gradientshapeok="t" connecttype="rect"&gt;  &lt;o:lock ext="edit" aspectratio="t"&gt; &lt;/v:shapetype&gt;&lt;v:shape id="_x0000_s1026" type="#_x0000_t75" style="'position:absolute;" wrapcoords="-154 0 -154 21483 21600 21483 21600 0 -154 0"&gt;  &lt;v:imagedata src="file:///C:\DOCUME~1\CLIENT~1\LOCALS~1\Temp\msohtml1\01\clip_image001.jpg" title="baru"&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;span style="position: relative; z-index: -1;"&gt;&lt;span style="position: absolute; left: 603px; top: -37px; width: 82px; height: 108px;"&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/CLIENT%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image002.jpg" shapes="_x0000_s1026" width="82" height="108" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="border: 1pt none black; padding: 0cm; background: black none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;font-size:0;color:black;"   lang="X-NONE"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 45pt; line-height: 150%; font-family: courier new; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Krupuk adalah makanan ringan yang begitu dekat dengan masyarakat. Selain harga yang mudah dijangkau, juga dapat dijadikan sebagai teman saat makan, santai, ataupun di waktu kumpul dengan teman-teman. Yang menjadi permasalahan adalah tidak semua krupuk dibuat dengan bahan-bahan alami. Penggunaan bahan alami tentu lebih menyehatkan dibandingkan dengan bahan tak alami.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 45pt; line-height: 150%; font-family: courier new; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Tepung tapioka, ketumbar, kunyit, garam, bawang putih, air kapur dan minyak goreng adalah bahan-bahan yang digunakan dalam pembuatan krupuk. Sedangkan warna yang digunakan dalam pembuatan krupuk ini adalah campuran dari air kapur dengan konsentrasi yang kecil dan ekstrak kunyit sehingga warna yang dihasilkan antara percampuran kedua bahan tersebut adalah merah. Warna kuning dari kunyit dan air kapur adalah basa sehingga warna menjadi merah kemudian dimasukkan dalam adonan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 45pt; line-height: 150%; font-family: courier new; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;span lang="FI"&gt;Perubahan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;warna&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kerupuk&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;berhubungan dengan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;reaksi pencoklatan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;terjadi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;selama penggorengan.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Reaksi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;non&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;enzimatik&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang terjadi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;berdampak&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;langsung&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;terhadap&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;warna kerupuk yang dihasilkan proses pencoklatan yang disebabkan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;oleh&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;panas&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;disebut&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;browning&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;non enzimatis&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;di mana&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;warna&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ditimbulkan disebabkan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;reaksi antara gula dan asam amina yang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dikenal&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dengan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;reaksi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Maillard.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Hasil reaksi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tersebut&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;menghasilkan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;bahan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;berwarna coklat,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sering&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dikehendaki&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;atau&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kadang-kadang menjadi pertanda penurunan mutu.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 45pt; line-height: 150%; font-family: courier new; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;span lang="FI"&gt;Pada bagian lain, dengan penambahan bahan-bahan yang mengandung antioksidan seperti kunyit dan bawang putih dapat menghambat proses oksidasi atau menghentikan reaksi berantai pada radikal bebas dari lemak yang mengalami oksidasi, karena energi dalam persenyawaan aktif ditampung oleh antioksidan sehingga krupuk yang dihasilkan adalah krupuk yang benar-benar menyehatkan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 45pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: courier new; color: rgb(255, 255, 255);"  lang="FI"&gt;Berdasarkan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: courier new; color: rgb(255, 255, 255);" lang="FI"&gt; data yang kami peroleh dengan mengujikan kepada 11 panelis, mereka cenderung &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;lebih suka dengan warna dan rasa yang terdapat pada krupuk dengan nilai prosentase masing-masing 28% dan 64%. &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style="font-family: courier new; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Selain warna cokelat yang ditimbulkan dari proses browning, panelis juga suka dengan warna yang dihasilkan oleh penambahan &lt;/span&gt;&lt;b style="font-family: courier new; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;E&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: courier new; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;kstrak &lt;/span&gt;&lt;b style="font-family: courier new; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;K&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: courier new; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;unyit &lt;/span&gt;&lt;b style="font-family: courier new; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;A&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: courier new; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;ir &lt;/span&gt;&lt;b style="font-family: courier new; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;K&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: courier new; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;apur &lt;/span&gt;&lt;b style="font-family: courier new; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;(EKAK). &lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: courier new; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Yang suka dengan rasa beralasan bahwa rasa ketumbar dan &lt;/span&gt;&lt;b style="font-family: courier new; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;E&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: courier new; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;kstrak &lt;/span&gt;&lt;b style="font-family: courier new; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;K&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: courier new; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;unyit &lt;/span&gt;&lt;b style="font-family: courier new; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;A&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: courier new; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;ir &lt;/span&gt;&lt;b style="font-family: courier new; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;K&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: courier new; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;apur &lt;/span&gt;&lt;b style="font-family: courier new; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;(EKAK)&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: courier new; color: rgb(255, 255, 255);"&gt; yang terdapat pada krupuk memberikan nilai tersendiri. &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3405767596174470500-6576752883184949059?l=rahmaddjatmiko.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rahmaddjatmiko.blogspot.com/feeds/6576752883184949059/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rahmaddjatmiko.blogspot.com/2009/08/krupuk-sehat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3405767596174470500/posts/default/6576752883184949059'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3405767596174470500/posts/default/6576752883184949059'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rahmaddjatmiko.blogspot.com/2009/08/krupuk-sehat.html' title='Krupuk sehat'/><author><name>Rahmad Djatmiko</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13923615412362492716</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_yx4kqSW1m4o/SorWqnOL4HI/AAAAAAAAAAM/3joBStAkXpw/S220/baru.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3405767596174470500.post-5681302004133193575</id><published>2009-08-18T09:21:00.001-07:00</published><updated>2009-08-18T09:21:51.535-07:00</updated><title type='text'>sosialisasi</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shapetype id="_x0000_t75" coordsize="21600,21600" spt="75" preferrelative="t" path="m@4@5l@4@11@9@11@9@5xe" filled="f" stroked="f"&gt;  &lt;v:stroke joinstyle="miter"&gt;  &lt;v:formulas&gt;   &lt;v:f eqn="if lineDrawn pixelLineWidth 0"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @0 1 0"&gt;   &lt;v:f eqn="sum 0 0 @1"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @2 1 2"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @3 21600 pixelWidth"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @3 21600 pixelHeight"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @0 0 1"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @6 1 2"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @7 21600 pixelWidth"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @8 21600 0"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @7 21600 pixelHeight"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @10 21600 0"&gt;  &lt;/v:formulas&gt;  &lt;v:path extrusionok="f" gradientshapeok="t" connecttype="rect"&gt;  &lt;o:lock ext="edit" aspectratio="t"&gt; &lt;/v:shapetype&gt;&lt;v:shape id="_x0000_s1026" type="#_x0000_t75" style="'position:absolute;" wrapcoords="-154 0 -154 21483 21600 21483 21600 0 -154 0"&gt;  &lt;v:imagedata src="file:///C:\DOCUME~1\CLIENT~1\LOCALS~1\Temp\msohtml1\01\clip_image001.jpg" title="baru"&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;span style="position: absolute; z-index: -1; left: 0px; margin-left: 603px; margin-top: 0px; width: 82px; height: 108px;"&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/CLIENT%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image002.jpg" shapes="_x0000_s1026" height="108" width="82" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="NL"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Sosialisasi Dampak Negatif serta Upaya Daur Ulang Minyak Goreng Bekas&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 45pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;Senin, 1 Juni 2009 bertempat di MI KH. Abu Mansur Lidah Wetan Surabaya diadakan &lt;i style=""&gt;Sosialisasi Dampak Negatif serta Upaya Daur Ulang Minyak Goreng Bekas&lt;/i&gt; oleh Tim Kimia-FMIPA Unesa. Sosialisasi ini mengangkat tema dampak negatif serta upaya daur ulang minyak goreng bekas. &lt;/span&gt;Hal ini disebabkan oleh banyak masyarakat terutama Ibu-Ibu yang menggunakan minyak goreng bekas untuk digunakan menggoreng kembali. Padahal dampak negatif yang disebabkan dari minyak goreng bekas cukup membahayakan. Hal ini ditunjukkan oleh 86,2% dari 29 responden yang hadir memanfaatkan minyak goreng bekas untuk digunakan menggoreng kembali melalui pemberian angket. Dan rata-rata mereka menggunakan minyak goreng bekas untuk dipakai menggoreng kembali sebanyak 1 kali sebesar 44,83%, sedangkan yang memakai 2 kali sebesar 20,69%, 3 kali sebesar 13,79%, sampai habis 17,24% dan tidak pernah 3,45%. Tentang bahaya minyak goreng bekas, banyak masyarakat yang belum mengetahuinya. Hal ini terbukti 55,17% responden belum mengetahui dampak yang dapat diakibatkan oleh minyak goreng bekas. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;Salah satu materi yang disampaikan adalah pada pemanasan yang tinggi ( 300&lt;sup&gt;0&lt;/sup&gt;-350&lt;sup&gt;0&lt;/sup&gt;C) dapat terbentuk akrolein, di mana akrolein adalah sejenis aldehida yang dapat menimbulkan rasa gatal pada tenggorokan, membuat batuk konsumen dan yang tak kalah bahaya adalah dapat mengakibatkan pertumbuhan kanker dalam hati dan pembengkakan organ, khususnya hati dan ginjal. Selain pemberian materi dampak negatif minyak goreng, juga ada pemberian materi tentang upaya daur ulang minyak goreng bekas sehingga dapat digunakan kembali. Di antaranya&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;adalah &lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;perendaman arang tempurung dan lidah buaya&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; dalam minyak jelantah sisa penggorengan selama 24 jam; &lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;perendaman kulit pisang kepok&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; dalam minyak jelantah, caranya adalah minyak jelantah sisa penggorengan yang dingin dipanaskan kembali dengan kisaran suhu 100&lt;sup&gt;0&lt;/sup&gt;C, kemudian diteruskan dengan perendaman kulit pisang kepok selama 5 menit. Namun perlu dilakukan penelitian lebih lanjut tentang kaji mutu fisiko-kimia dari upaya daur ulang tersebut.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 45pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;Dengan pemberian sosialisasi ini masyarakat menjadi lebih tahu tentang bahaya dari minyak goreng bekas. Hal ini ditunjukkan dengan 100% responden telah mengetahui akan bahaya minyak goreng bekas. Setelah mereka mengetahui bahaya minyak goreng bekas, sebanyak 55,17% masih tetap akan menggunakannya dengan berbagai alasan. Sebanyak 56,25% dari 55,17% akan tetap menggunakan karena sudah ada solusi yang tepat, yakni dengan pemberian pisang kepok. Sebanyak 31,25% menyatakan lebih &lt;i style=""&gt;mengirit&lt;/i&gt; pengeluaran dan 12,5% menyatakan minyak tersebut masih layak digunakan. &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3405767596174470500-5681302004133193575?l=rahmaddjatmiko.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rahmaddjatmiko.blogspot.com/feeds/5681302004133193575/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rahmaddjatmiko.blogspot.com/2009/08/sosialisasi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3405767596174470500/posts/default/5681302004133193575'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3405767596174470500/posts/default/5681302004133193575'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rahmaddjatmiko.blogspot.com/2009/08/sosialisasi.html' title='sosialisasi'/><author><name>Rahmad Djatmiko</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13923615412362492716</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_yx4kqSW1m4o/SorWqnOL4HI/AAAAAAAAAAM/3joBStAkXpw/S220/baru.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3405767596174470500.post-7469015599828556124</id><published>2009-08-18T09:16:00.000-07:00</published><updated>2009-08-18T09:18:24.131-07:00</updated><title type='text'>Anak Jalanan</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b&gt;“Anak Jalanan Juga Butuh Pendidikan yang Layak, Bagaimana Caranya???&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Dewasa ini, pertumbuhan anak jalanan di Indonesia semakin meningkat, terutama di kota-kota besar. Jakarta adalah salah satu contoh, di mana kita akan sangat mudah menemui anak jalanan di berbagai tempat, mulai dari perempatan lampu merah, stasiun kereta api, terminal, pasar, pertokoan, dan bahkan mal. Komposisi masyarakat yang terlantar umumnya terdiri dari anak-anak dan lansia. Pada tahun 2006 terdapat 78,96 juta anak di bawah usia 18 tahun, 35,5% dari total seluruh penduduk Indonesia. Sebanyak 40% atau 33,16 juta diantaranya tinggal di perkotaan dan 45,8 juta sisanya tinggal di perdesaan. Sebagian besar anak-anak ini berasal dari keluarga miskin dan tertinggal, yang tidak mempunyai kemampuan untuk memberdayakan dirinya, sehingga rentan terhadap kekerasan, eksploitasi, ketimpangan gender, perdagangan anak dan lain-lain. Menurut laporan Depsos pada tahun 2004, sebanyak 3.308.642 anak termasuk ke dalam kategori anak terlantar. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Menurut UUD 1945 pasal 34 ayat 1 dengan jelas mengamanatkan, bahwa fakir miskin dan anak terlantar dipelihara oleh negara. Dengan prosentase anak jalanan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang cukup tinggi, sudah sepantasnya pemerintah bertanggungjawab atas hal ini, terutama di bidang pendidikan. Karena anak-anak jalanan juga mempunyai hak mendapatkan pendidikan yang layak, sehingga semua potensi yang ada dalam diri mereka dapat tergali secara maksimal. Anak jalanan tidak cukup apabila hanya dibekali pendidikan umum, tetapi pendidikan agama juga diperlukan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Maju atau tidaknya suatu bangsa bergantung pada pemuda. Apabila kualitas pemuda di suatu bangsa &lt;i&gt;mumpuni&lt;/i&gt;, tentunya citra bangsa tersebut akan terangkat dan diperhitungkan oleh bangsa lain. Oleh karena itu, anak jalanan sebagai bagian dari pemuda tentunya berhak mendapatkan perlakuan yang sama dengan anak-anak lain pada umumnya termasuk juga dalam bidang pendidikan. Model pendidikan anak jalanan tidak dapat disamakan dengan model pendidikan anak-anak pada umumnya. Dikarenakan banyaknya perbedaaan di antara keduanya. Anak-anak jalanan lebih cenderung liar dibandingkan dengan anak-anak biasa. Sehingga perlu model pembelajaran yang efektif untuk dapat diterima dengan mudah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;oleh anak-anak jalanan. Salah satunya adalah “&lt;i&gt;home visit education&lt;/i&gt;” sebagai model pendidikan alternatif&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang tepat bagi anak jalanan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 72pt;"&gt;Model pendidikan ini adalah para penyelenggara program pembelajaran atau tutor melakukan kunjungan rumah untuk mencari tahu kebutuhan belajar permasalahan-permasalahan yang riil yang dialami atau dihadapi warga belajar, terutama yang berkaitan dengan persoalan yang melingkupi kehidupan di rumah, yang dapat mengganggu atau menghambat proses pembelajaran warga belajar. Namun tidak berlaku bagi anak jalanan, yang terpenting adalah para tutor melakukan kegiatan belajar dengan mengunjungi tempat mangkal anak jalanan. Kemudian setelah itu dibuatkan rumah yang khusus untuk pendidikan anak jalanan. Karena mereka cenderung tidak mengurusi pendidikan, yang terpenting adalah sehari dapat makan. Sehingga kita wajib peduli terhadap semua yang ada disekitar kita. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 72pt;"&gt;Pendidikan islami diberikan dengan garis horizontal dan vertical. Secara tidak langsung mereka akan tergugah hatinya. Tutor menjelaskan hubungan horizontal, yakni hubungan kita dengan sesama dan lingkungan. Sedangkan garis vertical menhubungkan kita dengan sang pencipta. Perlahan-demi perlahan anak jalanan akan mengerti. Namun juga tidak lupa memberikan pendidikan umum sehingga balance (seimbang) antara keduanya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 72pt;"&gt;Model kerja “menggaruk” yang biasa dilakukan oleh satpol PP kepada semua anak jalanan adalah kurang begitu baik karena akan mematikan suatu potensi yang dimiliki oleh anak jalanan. Namun dengan pemberian model ini akan menjadikan lebih efektif dengan tidak “membunuh” kreasi. Dengan pemberian sosialisasi/ penyuluhan, maka anak jalanan akan menjadi lebih mengerti akan pentingnya pendidikan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 72pt;"&gt;Untuk menjadikan suasana belajar menjadi lebih efektif, maka perlu suatu suntikan motivasi. Seperti diberi hadiah, pujian serta yang lainnya agar mereka lebih antusias. Seorang tutor dapat juga berfungsi sebagai pendakwah. Apabila tutor dapat menyampaikan materi dengan luwes dan mudah diterima tentunya tutor akan semakin mudah menyampaikan ilmu-ilmu yang berhubungan dengan keislaman, disamping ilmu umum. Karena tolak ukur kemajuan suatu bangsa serta keberhasilan pemerintah juga dilihat dari pendidikan. Apabila pendidikan rendah, dapat dipastikan suatu bangsa tersebut mengalami “kebobrokan”, terutama kebobrokan moral.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;                                                                                              &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3405767596174470500-7469015599828556124?l=rahmaddjatmiko.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rahmaddjatmiko.blogspot.com/feeds/7469015599828556124/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rahmaddjatmiko.blogspot.com/2009/08/anak-jalanan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3405767596174470500/posts/default/7469015599828556124'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3405767596174470500/posts/default/7469015599828556124'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rahmaddjatmiko.blogspot.com/2009/08/anak-jalanan.html' title='Anak Jalanan'/><author><name>Rahmad Djatmiko</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13923615412362492716</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_yx4kqSW1m4o/SorWqnOL4HI/AAAAAAAAAAM/3joBStAkXpw/S220/baru.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3405767596174470500.post-7944824072923226210</id><published>2009-08-18T09:03:00.000-07:00</published><updated>2009-08-18T09:15:54.117-07:00</updated><title type='text'>Mengurangi Pengangguran, Masih Mungkinkah?</title><content type='html'>&lt;p style="text-align: center;" class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 14pt;" lang="EN-CA"&gt;Mengurangi Pengangguran, Masih Mungkinkah?&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;    &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 14pt;" lang="EN-CA"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="EN-CA"&gt;Bukan karena adanya rasa pesimis pada diri penulis, bukan pula tidak percaya atas kehendak Tuhan Yang Maha Kuasa penulis meragukan pengangguran usia produktif akan bisa dikurangi. Akan tetapi melihat fakta di lapangan, begitu banyak faktor yang menyebabkan pengangguran di Indonesia dan di Surabaya pada khususnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="EN-CA"&gt;Faktor-faktor yang menyebabkan sulitnya pengagguran dapat dikurangi, penulis mengklasifisikan atas dua garis besar yaitu factor eksternal dan factor internal. Kita tahu sekarang ini tidak hanya di Indonesia, melainkan juga di seluruh dunia sedang booming sebuah kalimat “&lt;i&gt;krisis global&lt;/i&gt;” yang melanda hampir di seluruh negara di dunia. Seluruh perusahaan di dunia baik yang menengah ke bawah maupun yang menengah ke atas terkena dampak atas krisis global tersebut, sehingga perusahaan –perusahaan tersebut beramai-ramai merumahkan alias mem-PHKsebagian karyawannya dengan alasan mengurangi pembengkakan biaya produksi di internal perusahaan. Dengan demikian pengangguran di suatu negara semakin bertambah dan tidak luput juga melanda di negara Indonesia. Hal ini merupakan bentuk factor eksternal yang menyebabkan sulitnya pengangguran dapat dikurangi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="EN-CA"&gt;Factor yang lain yaitu factor internal yang terjadi di negara Indonesia. Menurut penulis, factor ini terdapat tiga macam masalah yang banyak terjadi di lapangan bahkan hampir tiap hari. Yang pertama, banyaknya kegiatan penggusuran PKL (pedagang kaki lima) dengan alasan penertiban dan menjaga estetika kota. Alasan tersebut memang sangat logis dan masuk akal demi terpeliharanya keberihan dan keindahan kota, dan diharapkan kota memperoleh adipura yang merupakan trophy sangat bergengsi antar kota dan kabupaten di Indonesia. Akan tetapi pemkot atau pemkab juga harus berpikir secara luas dan bijaksana bahwa para PKL juga merupakan warga negara yang berhak untuk bekerja demi memenuhi kebutuhan keluarga mereka. Kita tahu bahwa PKL merupakan suatu kegiatan usaha yang bersifat mandiri, berdikari dan bebas dari dampak krisis global yang melanda Indonesia. Namun apa yang terjadi? Dengan beringasnya satpol PP dengan dalih menjalankan perintah walikota menggusur, mengangkut dan merusak gerobak para PKL. Bahkan pernah terjadi penertiban dengan dibarengi aksi pemukulan yang dilakukan oleh personil satpol PP terhadap seorang penjual koran yang biasa mangkal di perempatan jalan Kusuma Bangsa dan tidak berhenti di situ, penjual koran tersebut dibawa ke Liponsos Keputih(Memorandum edisi 5 Februari 2009). &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="EN-CA"&gt;Dengan semakin banyaknya aksi penertiban PKL ini, menunjukkan bahwa pemerintah sangat tidak berpihak kepada rakyat kecil. Langkah seharusnya yang diambil oleh pemerintah dalam menertibkan PKL adalah memberikan suatu tempat yang relevan sebagai ganti tempat yang biasa digunakan PKL sebelumnya, bukan dengan asal menggusur tanpa ada solusi yang bijaksana bagi PKL. Jika kegiatan penggusuran ini dilaksanakan dengan asal-asalan tanpa ada solusi, maka timbullah ledakan jumlah pengangguran yang semakin bertambah di Indonesia. Dan bagi para calon legislatif diharapkan setelah resmi menjadi anggota dewan, mereka sanggup memperjuangkan nasib para PKL dan mengontrol kinerja pemerintah kota yang selalu menyudutkan para PKL agar PKL dapat eksis di dalam kehidupan yang keras di Indonesia.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="EN-CA"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="EN-CA"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="EN-CA"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="EN-CA"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="EN-CA"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="EN-CA"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="EN-CA"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="EN-CA"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="EN-CA"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="EN-CA"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="EN-CA"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="EN-CA"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3405767596174470500-7944824072923226210?l=rahmaddjatmiko.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rahmaddjatmiko.blogspot.com/feeds/7944824072923226210/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rahmaddjatmiko.blogspot.com/2009/08/mengurangi-pengangguran-masih.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3405767596174470500/posts/default/7944824072923226210'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3405767596174470500/posts/default/7944824072923226210'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rahmaddjatmiko.blogspot.com/2009/08/mengurangi-pengangguran-masih.html' title='Mengurangi Pengangguran, Masih Mungkinkah?'/><author><name>Rahmad Djatmiko</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13923615412362492716</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_yx4kqSW1m4o/SorWqnOL4HI/AAAAAAAAAAM/3joBStAkXpw/S220/baru.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
